ARTI SEBUAH KERIS DAN TOSAN AJI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA BUDAYA JAWA
(Laporan Studi Lapangan di Musium Ronggowarsito
Pada tanggal 22 november 2015)
Musium Ronggowarsito Jawa Tengah yang terletak di Jl. Abdul Rahman Saleh No. 1 Kalibanteng Kulon. Didalamnya
berisi pameran berbagai
warisan budaya dan benda budaya Jawa Tengah. Museum ini diresmikan
tanggal 5 Juli 1989 dan memiliki koleksi 59.784
unit. Asal mula “Ranggawarsita”
diambil dari nama pujangga besar Keraton Surakarta Hadiningrat. Ir. Soekarno
telah memberikan julukan “Pujangga Rakyat” kepada raden Ngabehi Ranggawarsita. Karya sastranya mengandung nasehat-nasehat dan
petunjuk-petunjuk bagi bangsa Indonesia yang sifatnya “membangun dan mendidik
menuju kepada kemuliaan, kesejahteraan, kejayaan, dan kebahagiaan bagi bangsa
Indonesia seluruhnya”.
Didalam Musium Ronggowarsito ini terbagi dalam beberapa
gedung yaitu: gedung A lantai
1 terdiri atas pembagian Zaman di Bumi, Window of the World, wahana Geografi, proses
Gunung Berapi, Gerakan Bumi, Contoh Stalagnit dan Stalagtit, dan Wahana Batu
Mulia. Lantai 2 terdiri atas Koleksi Unik/Hibah, Koleks Musik, dan Ruang
Diskusi. Gedung B lantai 1 terdiri atas Zona Sejarah Kerajaan Hindu, Zona
Sejarah Kerajaan Budha, dan Zona Sejarah Kerajaan Islam dan lantai 2 terdiri
atas Koleksi Keramik, Koleksi Produk Gerabah, dan Koleksi Batik. Gedung C lantai
1 terdiri atas Koleksi Masa Penjajahan, Koleksi Masa Pergerakan Nasional lantai
2 terdiri atas Koleksi Peralatan dan Perlengkapan Hidup. Gedung D lantai 1
terdiri atas Koleksi Sejarah Pasca Kemerdekaan, Koleksi Era Reformasi dan lantai
2 terdiri atas Zona Seni Budaya dan Tradisi Efnografi
Musium Ronggowarsito memiliki nilai-nilai Islam dalam
peninggalan budaya salah satunya keris. Keris merupakan wujud aktualisasi dari
pemikiran seorang empu terhadap alam lingkungannya melahirkan karya yang kental
dengan simbolisnya. Keris memiliki beberapa fungsi diantaranya fungsi sosial,
fungsi budaya, fungsi ekonomi, dan fungsi religi. UNESCO sendiri sudah
memberikan penghargaan sebagai The Masterpiece of Oral and Intangible Haritage
of Humanity pada tanggal 25 November 2005
Keris memiliki arti tersendiri bagi kehidupan manusia
diantaranya sebagai senjata, sebagai lambang, sebagai media ekspresi seni dan
sebagai benda yang bertuah. Ada beberapa macam keris yaitu Tosan Aji, keris
pena, keris tilam putih dan pedang suduk. Dari beberapa keris tersebut ada yang
menarik dari pesona keris dan Tosan Aji yaitu sejenis pusaka dari logam besi
yang mendapat tempat terhormat. Hubungan keris dengan sarungnya secara khusus oleh masyarakat Jawa
diartikan secara filosofi sebagai hubungan akrab, menyatu untuk mencapai
keharmonisan hidup di dunia. Maka lahirlah filosofi "manunggaling kawula –
Gusti", bersatunya abdi dengan rajanya, bersatunya insan kamil dengan
Penciptanya, bersatunya rakyat dengan pemimpinnya, sehingga kehidupan selalu
aman damai, tentram, bahagia, sehat sejahtera. Selain saling menghormati satu dengan yang lain masing-masing juga
harus tahu diri untuk berkarya sesuai dengan porsi dan fungsinya masing-masing
secara benar. Namun demikian, makna yang dalam dari tosan aji sebagai karya
seni budaya nasional yang mengandung sebagai aspek dalam kehidupan
masyarakat Jawa pada umumnya,kini terancam perkembangannya karena aspek
teknologi sebagai sahabat budayanya kurang diminati ketimbang aspek legenda dan
magisnya. Oleh karena
itu kita sebagai generasi muda wajib melestarikan dan memberikan perhatian
khusus terhadap budaya-budaya yang terancam hilang ini dengan mempelajarinya
dan menyimpan atau mengoleksi serta merawat benda-benda bersejarah seperti
keris dan yang lainnya. Berikut gambar yang saya ambil dari musium
ronggowarsito terkait keris.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar