Selasa, 29 Desember 2015




ARTI SEBUAH KERIS DAN TOSAN AJI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA BUDAYA JAWA
(Laporan Studi Lapangan di Musium Ronggowarsito
Pada tanggal 22 november 2015)
Musium Ronggowarsito Jawa Tengah yang terletak di Jl. Abdul Rahman Saleh No. 1 Kalibanteng Kulon. Didalamnya berisi pameran berbagai warisan budaya dan benda budaya Jawa Tengah.  Museum ini diresmikan tanggal 5 Juli 1989 dan memiliki koleksi 59.784 unit. Asal mula “Ranggawarsita” diambil dari nama pujangga besar Keraton Surakarta Hadiningrat. Ir. Soekarno telah memberikan julukan “Pujangga Rakyat” kepada raden Ngabehi Ranggawarsita. Karya sastranya mengandung nasehat-nasehat dan petunjuk-petunjuk bagi bangsa Indonesia yang sifatnya “membangun dan mendidik menuju kepada kemuliaan, kesejahteraan, kejayaan, dan kebahagiaan bagi bangsa Indonesia seluruhnya”.

Didalam Musium Ronggowarsito ini terbagi dalam beberapa gedung yaitu: gedung A lantai 1 terdiri atas pembagian Zaman di Bumi, Window of the World, wahana Geografi, proses Gunung Berapi, Gerakan Bumi, Contoh Stalagnit dan Stalagtit, dan Wahana Batu Mulia. Lantai 2 terdiri atas Koleksi Unik/Hibah, Koleks Musik, dan Ruang Diskusi. Gedung B lantai 1 terdiri atas Zona Sejarah Kerajaan Hindu, Zona Sejarah Kerajaan Budha, dan Zona Sejarah Kerajaan Islam dan lantai 2 terdiri atas Koleksi Keramik, Koleksi Produk Gerabah, dan Koleksi Batik. Gedung C lantai 1 terdiri atas Koleksi Masa Penjajahan, Koleksi Masa Pergerakan Nasional lantai 2 terdiri atas Koleksi Peralatan dan Perlengkapan Hidup. Gedung D lantai 1 terdiri atas Koleksi Sejarah Pasca Kemerdekaan, Koleksi Era Reformasi dan lantai 2 terdiri atas Zona Seni Budaya dan Tradisi Efnografi

Musium Ronggowarsito memiliki nilai-nilai Islam dalam peninggalan budaya salah satunya keris. Keris merupakan wujud aktualisasi dari pemikiran seorang empu terhadap alam lingkungannya melahirkan karya yang kental dengan simbolisnya. Keris memiliki beberapa fungsi diantaranya fungsi sosial, fungsi budaya, fungsi ekonomi, dan fungsi religi. UNESCO sendiri sudah memberikan penghargaan sebagai The Masterpiece of Oral and Intangible Haritage of Humanity pada tanggal 25 November 2005

Keris memiliki arti tersendiri bagi kehidupan manusia diantaranya sebagai senjata, sebagai lambang, sebagai media ekspresi seni dan sebagai benda yang bertuah. Ada beberapa macam keris yaitu Tosan Aji, keris pena, keris tilam putih dan pedang suduk. Dari beberapa keris tersebut ada yang menarik dari pesona keris dan Tosan Aji yaitu sejenis pusaka dari logam besi yang mendapat tempat terhormat. Hubungan keris dengan sarungnya secara khusus oleh masyarakat Jawa diartikan secara filosofi sebagai hubungan akrab, menyatu untuk mencapai keharmonisan hidup di dunia. Maka lahirlah filosofi "manunggaling kawula – Gusti", bersatunya abdi dengan rajanya, bersatunya insan kamil dengan Penciptanya, bersatunya rakyat dengan pemimpinnya, sehingga kehidupan selalu aman damai, tentram, bahagia, sehat sejahtera. Selain saling menghormati satu dengan yang lain masing-masing juga harus tahu diri untuk berkarya sesuai dengan porsi dan fungsinya masing-masing secara benar. Namun demikian, makna yang dalam dari tosan aji sebagai karya seni budaya nasional yang mengandung sebagai aspek dalam kehidupan masyarakat Jawa pada umumnya,kini terancam perkembangannya karena aspek teknologi sebagai sahabat budayanya kurang diminati ketimbang aspek legenda dan magisnya. Oleh karena itu kita sebagai generasi muda wajib melestarikan dan memberikan perhatian khusus terhadap budaya-budaya yang terancam hilang ini dengan mempelajarinya dan menyimpan atau mengoleksi serta merawat benda-benda bersejarah seperti keris dan yang lainnya. Berikut gambar yang saya ambil dari musium ronggowarsito terkait keris.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar